PT Bukit Asam (Persero) Tbk
FY2025
98,26% Pendapatan Batubara
Batubara tetap menjadi sumber pendapatan utama pada FY2025. Jaringan kereta dan pelabuhan menentukan seberapa banyak produksi Tanjung Enim bisa sampai ke pembeli.
Bukit Asam menambang batubara di Tanjung Enim, Sumatera, lalu mengirimnya dengan kereta ke pelabuhan. Batubara menyumbang 98% pendapatan 2025, dan PLN sendiri menyerap 34% pendapatan, sehingga kebijakan kelistrikan dan kewajiban pasok dalam negeri ikut menentukan harga jual. Berapa ton yang bisa dijual bergantung pada kapasitas angkut kereta.
Pada 2025 PTBA menjual lebih banyak batubara, tetapi rata-rata pendapatan per ton turun sekitar 6% dan biaya pokok naik. Laba pemilik induk turun 42,6% menjadi Rp2,93 triliun. Laba segmen batubara turun dari Rp3,6 triliun ke Rp1,5 triliun, sehingga investasi pembangkit lewat ventura bersama kini menyumbang porsi laba yang lebih besar.
Capex hampir dua kali lipat ke Rp4,5 triliun untuk conveyor dan fasilitas angkut baru, sebagian dibiayai pinjaman bank BUMN. Kas operasi naik 24% ke Rp6,3 triliun, dan kas masih melebihi utang bank dan sewa. Hasil investasi itu akan terlihat dari tambahan tonase yang terangkut dan biaya per ton setelah proyek berjalan.
· RUPST mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama dan Ida Bagus Putu Dunia sebagai Komisaris Utama/Independen. Nama pengurus dalam uraian FY2025 tetap mengikuti AR, yang mencatat Arsal Ismail sebagai Direktur Utama. PTBA — ringkasan risalah RUPST 11 Juni 2026
Angka dasar profil mengikuti edisi Laporan Tahunan yang tercantum.
Skala 0–100; makin jauh dari pusat, makin tinggi skor pada aspek tersebut. Garis abu-abu menunjukkan acuan sektor.
Profitabilitas memakai laba pemilik induk dibagi rata-rata ekuitasnya. Profitabilitas, konsistensi, dan pertumbuhan mengacu pada median peer di tahun yang sama; aspek lain memakai patokan sektor tetap. Histori mengikuti laporan tahunan yang tersedia.
Sumbu Efisiensi Biaya dihilangkan karena level cash cost FY2025 USD/ton dengan cakupan biaya sebanding belum terverifikasi. Cadangan memakai 2.883 juta ton/produksi sendiri 47,136497 juta ton, rasio statis 61,16 tahun yang bukan umur izin atau umur ekonomis. Net debt/EBITDA hitung memasukkan bank dan sewa.
| 2021 | Rp7,91 T |
|---|---|
| 2022 | Rp12,57 T |
| 2023 | Rp6,11 T |
| 2024 | Rp5,1 T |
| 2025 | Rp2,93 T |
| 2021 | Rp36,12 T |
|---|---|
| 2022 | Rp45,36 T |
| 2023 | Rp38,77 T |
| 2024 | Rp41,79 T |
| 2025 | Rp43,92 T |
Laba atribusi pemilik induk. Angka USD disetarakan pada Rp16.667/USD, kurs penutup FY2025 dari Laporan Tahunan BUMI. Angka asli tetap ditampilkan di statistik.
Bukit Asam menambang batubara di Tanjung Enim, Sumatera, lalu mengirimnya dengan kereta ke pelabuhan untuk dijual.
Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis PTBA secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.