PT Bank BTPN Syariah Tbk
FY2025
89% Pembiayaan Ultra Mikro
Porsi portofolio FY2025 yang berfokus pada perempuan pra-sejahtera produktif. Pendampingan kelompok memberi akses nasabah sekaligus menambah biaya pelayanan.
BTPN Syariah membiayai 3,77 juta perempuan pengusaha ultra mikro lewat pinjaman kelompok yang didampingi petugas lapangan. Pertemuan rutin di sentra membantu bank menilai nasabah yang tidak punya dokumen usaha. Segmen ultra mikro mengisi 89% pembiayaan, dan Sumatera menyumbang lebih dari separuh laba sebelum pajak 2025.
Laba naik 13% ke Rp1,20 triliun pada 2025, terutama karena biaya pencadangan turun 39%. Pendapatan margin bersih justru turun 3,4%, dan CIR naik ke 48,8%. Laba pulih lebih cepat dari pendapatan inti.
NPF membaik ke 2,59%. Dengan CAR 57,7%, modal BTPS jauh melebihi kebutuhan pembiayaannya saat ini dan ikut menahan ROE di sekitar 13%. Pertumbuhan berikutnya bergantung pada pulihnya produktivitas nasabah dan petugas, sambil menjaga disiplin pembayaran kelompok.
BTPN Syariah membiayai usaha perempuan pra-sejahtera lewat pinjaman kecil berkelompok yang disertai pendampingan.
Skala 0–100; makin jauh dari pusat, makin tinggi skor pada aspek tersebut. Garis abu-abu menunjukkan acuan sektor.
Profitabilitas memakai laba pemilik induk dibagi rata-rata ekuitasnya. Profitabilitas, konsistensi, dan pertumbuhan mengacu pada median peer di tahun yang sama; aspek lain memakai patokan sektor tetap. Histori mengikuti laporan tahunan yang tersedia.
Sumbu pertumbuhan tidak ditampilkan karena histori laba terverifikasi belum cukup atau tidak memiliki basis positif untuk CAGR.
| 2024 | Rp1,06 T |
|---|---|
| 2025 | Rp1,2 T |
| 2024 | Rp21,75 T |
|---|---|
| 2025 | Rp22,75 T |
Laba atribusi pemilik induk. Angka asli tetap ditampilkan di statistik.
Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis BTPS secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.