Investment Event Log

Market Memo

Catatan riset Cuanderful yang terbit secara event-driven, setiap kali ada peristiwa material di market. Setiap memo mencatat konteks, analisis, dan stance kami beserta alasannya.

Memo Terbaru
Grafik: Anak Usaha Arkora Hydro Teken Pinjaman SMI, Dikecualikan dari RUPS
23 Sep 2026ARKOStocks

Anak Usaha Arkora Hydro Teken Pinjaman SMI, Dikecualikan dari RUPS

PT Arkora Hydro (ARKO) mengumumkan pada 23 September 2026 bahwa anak usaha tidak langsungnya, PT Endorshine Energy Solutions, telah menandatangani perjanjian pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) pada 21 September 2026. Sarana Multi Infrastruktur adalah perusahaan pembiayaan infrastruktur milik negara. Fasilitas pinjaman yang disepakati bernilai maksimum US$9,8 juta atau setara Rp174,57 miliar, dan dananya dipakai membiayai proyek pembangkit listrik tenaga surya milik Endorshine yang sudah beroperasi secara komersial.

PLASMarket Memo
23 Sep 2026PLASStocks

Polaris Investama Beli Kembali Saham Publik Menjelang Delisting Paksa dari BEI

PT Polaris Investama Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang investasi, mengumumkan pada 23 September 2026 tata cara pembelian kembali sahamnya sendiri dari tangan pemegang saham publik. Pembelian kembali saham oleh perusahaan yang menerbitkannya seperti ini disebut buyback. Langkah ini bukan buyback biasa yang dipilih sendiri oleh perseroan, melainkan kewajiban yang muncul karena Bursa Efek Indonesia akan menghapus pencatatan saham Polaris Investama dari perdagangan bursa, sebuah proses yang dikenal sebagai delisting. Karena keputusan itu datang dari pihak bursa dan bukan dari perusahaan, prosesnya berjalan sebagai delisting paksa. BEI sudah memutuskan penghapusan itu lewat tiga surat tertanggal 10 April 2026, dan penghapusannya akan efektif berlaku pada 10 November 2026.

Grafik: Apexindo Ubah Utang US$4,1 Juta kepada HSBC Menjadi Saham Baru
23 Sep 2026APEXStocks

Apexindo Ubah Utang US$4,1 Juta kepada HSBC Menjadi Saham Baru

Apexindo Pratama Duta, emiten jasa pengeboran minyak dan gas, mengumumkan pada 23 September 2026 bahwa perseroan akan menerbitkan saham baru untuk diserahkan kepada dua krediturnya dari luar negeri, HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, sebagai pengganti utang yang belum terbayar. Saham baru itu tidak ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lama, melainkan langsung diberikan kepada kedua kreditur. Hak pemegang saham lama untuk membeli saham baru lebih dulu sebelum ditawarkan ke pihak lain disebut Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau HMETD, dan hak itu di sini ditiadakan. Penerbitan saham baru yang langsung ditawarkan kepada pihak tertentu tanpa melewati hak tersebut disebut penambahan modal tanpa HMETD atau private placement. Rencana ini baru bisa berjalan setelah disetujui pemegang saham dalam rapat umum luar biasa yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.

Grafik: Mitra Komunikasi Rencanakan Private Placement 1,02 Triliun Saham Baru
22 Sep 2026MKNTStocks

Mitra Komunikasi Rencanakan Private Placement 1,02 Triliun Saham Baru

PT Mitra Komunikasi Nusantara mengumumkan pada 22 September 2026 rencana menambah modal dengan menerbitkan saham baru dalam jumlah sangat besar. Saham baru itu tidak lebih dulu ditawarkan kepada pemegang saham lama, melainkan langsung dialokasikan kepada tujuh pihak yang sudah ditentukan. Cara menambah modal semacam ini disebut penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, atau private placement. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang biasa disingkat HMETD, sebenarnya adalah hak pemegang saham lama untuk lebih dulu membeli saham baru supaya porsi kepemilikannya tidak menyusut, dan hak itulah yang ditiadakan dalam skema ini.

Grafik: Prima Globalindo Revisi Rencana Private Placement 77 Juta Saham Baru
21 Sep 2026PPGLStocks

Prima Globalindo Revisi Rencana Private Placement 77 Juta Saham Baru

PT Prima Globalindo Logistik Tbk. menerbitkan revisi kedua keterbukaan informasi pada 21 September 2026 atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Penambahan modal semacam ini berarti perseroan menerbitkan saham baru langsung kepada investor tertentu tanpa lebih dulu memberi kesempatan kepada pemegang saham lama untuk menebus haknya secara proporsional; mekanisme seperti inilah yang lazim disebut private placement. Perseroan berencana menerbitkan paling banyak 77.117.802 saham baru, angka yang setara 10% dari saham yang sudah ditempatkan dan disetor saat ini. Rencana ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam rapat umum luar biasa yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026, dan jika disetujui, masa pelaksanaannya dapat berlangsung hingga 23 Oktober 2028. Seluruh dana yang masuk akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Grafik: Trimegah Karya Pratama Rencanakan 200 Juta Saham Baru untuk Pengendali
18 Sep 2026UVCRStocks

Trimegah Karya Pratama Rencanakan 200 Juta Saham Baru untuk Pengendali

Trimegah Karya Pratama, pengelola platform voucher digital Ultra Voucher, mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 juta saham baru dan menawarkannya hanya kepada satu pihak, yaitu pemegang saham pengendalinya sendiri, PT Trimegah Sumber Mas. Saham baru itu tidak ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lama, melainkan langsung dialokasikan ke satu penerima. Penambahan modal yang meniadakan hak pemegang saham lama untuk menebus lebih dulu seperti ini disebut penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, atau private placement. Karena hak menebus itu ditiadakan, porsi kepemilikan pemegang saham lama otomatis mengecil, dan penyusutan porsi karena bertambahnya jumlah saham inilah yang disebut dilusi. Rencana ini baru bisa berjalan setelah disetujui pemegang saham independen dalam rapat umum luar biasa yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

13–19 Maret 2119
Senin
13
Selasa
14
Rabu
15
Kamis
16
Jumat
17
Sabtu
18
Minggu
19

Konten ini bersifat edukasi dan riset, bukan rekomendasi atau nasihat investasi. Lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.