Memuat…
London Sumatra Rencanakan Buyback Hingga Rp750 Miliar
London Sumatra Indonesia (LSIP) mengumumkan pada 23 Oktober 2026 rencana memakai kas internal hingga Rp750 miliar untuk membeli kembali sahamnya sendiri, setara 5,24% dari ekuitas per 30 Juni 2026. Pembelian dijadwalkan lewat Bursa pada 26 Oktober sampai 31 Desember 2026, dan berhenti lebih awal bila dana sudah habis. Perseroan mengacu pada aturan OJK untuk kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

APAC Tawar Sisa Saham Publik Era Graharealty untuk Go Private
APAC Investment 2 Pte. Ltd., yang sudah memegang 90,598% saham Era Graharealty (IPAC), menawar sisa saham publik seharga Rp250 tunai per saham sebagai langkah menjadikan IPAC perusahaan tertutup. Harga itu berada 32,3% di atas penutupan Rp189 pada 22 Oktober 2026. Pernyataan penawaran disampaikan pada 23 Oktober 2026 dan masih menunggu pernyataan efektif dari OJK, jadi statusnya rencana. Rencana go private beserta penghapusan pencatatan dari bursa sudah disetujui RUPSLB IPAC pada 20 Oktober 2026.

Centratama Telekomunikasi Tandatangani Pinjaman Baru Rp12,48 Triliun untuk Lunasi Pinjaman Lama
CENT dan empat entitas anaknya menandatangani fasilitas pinjaman baru Rp12,48 triliun dari 14 bank pada 19 Oktober 2026. Nilainya melebihi 20% ekuitas perseroan, sementara kapitalisasi pasar CENT pada penutupan 20 Oktober 2026, di harga Rp70 per saham, adalah Rp2,18 triliun. Dana terutama dipakai untuk melunasi seluruh saldo pinjaman berdasarkan perjanjian tertanggal 8 Maret 2022, sehingga ini refinancing: pinjaman baru yang menutup pinjaman lama. Pada hari yang sama, jatuh tempo dua pinjaman pemegang saham dari EP ID Holdings Pte. Ltd. ikut diperpanjang sampai 31 Desember 2031.

Mitrabahtera Siapkan Buyback Saham hingga Rp200 Miliar
Mitrabahtera Segara Sejati mengumumkan pada 21 Oktober 2026 rencana membeli kembali sahamnya sendiri sebanyak-banyaknya 42.169.641 lembar, atau 2,41% dari saham yang telah dikeluarkan, dengan dana paling banyak Rp200 miliar dari kas internal. Rencana ini menyusul memo Cuanderful 16 Oktober 2026, yang melaporkan bahwa Wibowo Group Capital memegang 90,09% saham MBSS setelah tender wajib, sementara pemegang saham lain memegang 9,91%.

Anak Usaha Limbah TBS Energi Utama Akan Terima Komitmen Hingga SGD555 Juta
TBS Energi Utama (TOBA) mengumumkan pada 21 Oktober 2026 bahwa anak usahanya di Singapura, SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), akan menerima komitmen investasi hingga SGD555 juta dari empat entitas investor asal Luksemburg. Nilai itu setara 227,06% ekuitas TOBA, sehingga tergolong transaksi material dan baru bisa berjalan setelah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB yang direncanakan pada 27 November 2026. Perjanjiannya sudah ditandatangani pada 19 Oktober 2026, dan imbalan bagi investor berupa saham preferen serta waran sintetis yang diterbitkan SBTH, bukan saham TOBA.

Chandra Asri Persingkat Periode Buyback Rp1 Triliun hingga Akhir 2026
Chandra Asri Pacific, perusahaan petrokimia, pada 19 Oktober 2026 mengoreksi rencana pembelian kembali sahamnya. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun dari kas internal untuk membeli sebanyak-banyaknya 800 juta saham, setara 0,92% dari saham yang diterbitkan, di rentang harga Rp1.250 sampai Rp3.000 per saham. Seluruh rentang itu berada di atas harga penutupan Rp1.205 pada 16 Oktober 2026, hari bursa terakhir sebelum pengumuman, dan batas atasnya 149% di atas penutupan tersebut.

Dian Swastatika Rencanakan Buyback Saham Hingga Rp1 Triliun
Dian Swastatika Sentosa mengumumkan pada 19 Oktober 2026 rencana membeli kembali sahamnya sendiri dengan dana hingga Rp1 triliun yang berasal dari kas internal. Pembelian dijadwalkan berlangsung paling lama tiga bulan, dari 19 Oktober 2026 sampai 18 Januari 2027. Sebagai skala, kapitalisasi pasar perseroan tercatat Rp137,74 triliun pada penutupan 16 Oktober 2026, ketika saham ditutup di Rp715 per saham. Perseroan bergerak di bidang energi dan infrastruktur.

Barito Pacific Rencanakan Buyback hingga Rp1 Triliun
Barito Pacific merencanakan membeli kembali sahamnya sendiri dengan dana paling banyak Rp1 triliun, sementara kapitalisasi pasarnya Rp113,43 triliun dengan harga penutupan Rp1.210 per saham pada 16 Oktober 2026. Dana berasal dari kas internal dan sudah termasuk biaya transaksi. Pembelian dijadwalkan 19 Oktober sampai 31 Desember 2026 lewat PT Sucor Sekuritas, dan perseroan merujuk aturan OJK untuk kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Ini baru rencana, karena emiten tidak melaporkan pembelian yang sudah terjadi.

Petrindo Jaya Kreasi Siapkan Buyback Sampai Rp500 Miliar
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mengumumkan pada 19 Oktober 2026 bahwa perseroan akan membeli kembali sahamnya sendiri dengan dana paling banyak Rp500 miliar. Bila dana itu terpakai seluruhnya, ekuitas perseroan dalam hitungan proforma turun dari USD 638.371 ribu menjadi USD 610.369 ribu, atau sekitar 4,39%.

Barito Renewables Siapkan Buyback Hingga Rp1 Triliun
Barito Renewables Energy (BREN) berencana membeli kembali sahamnya sendiri dengan dana paling banyak Rp1 triliun yang diambil dari kas internal. Sebagai skala, saham BREN ditutup di Rp1.855 pada 16 Oktober 2026 dengan kapitalisasi pasar Rp248,17 triliun. Pembelian dijadwalkan berlangsung dari 19 Oktober sampai 31 Desember 2026 lewat PT BNI Sekuritas, dengan memakai jalur buyback yang disediakan untuk kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Ini baru pengumuman rencana, karena emiten tidak melaporkan pembelian yang sudah terjadi.

BTPN Syariah Rencanakan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun
BTPN Syariah berencana membelanjakan hingga Rp1 triliun untuk membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar, dengan jumlah saham yang dibeli tidak boleh melebihi 10% dari modal ditempatkan. Rencana itu diumumkan perseroan pada 4 September 2026 dan, menurut pemberitaan Kontan, Katadata, dan idnfinancials, disetujui rapat umum pemegang saham luar biasa pada 13 Oktober 2026. Hasil pemungutan suara belum diumumkan perseroan, dan ringkasan risalah resmi rapat dijadwalkan terbit pada 15 Oktober 2026.

GMF AeroAsia Rencanakan HMETD, Porsi Publik Baru 6,52%
GMF AeroAsia berencana menerbitkan hingga 22.029.751.488 saham baru lewat HMETD, setara 17,65% dari 124.835.258.434 saham yang beredar sekarang, dan salah satu alasannya adalah menaikkan porsi publik yang baru 6,52%. Pemegang saham lama lebih dulu ditawari saham baru itu, sehingga yang tidak ikut membeli porsinya berkurang. Rencana ini diumumkan pada 13 Oktober 2026 dan baru bisa berjalan bila RUPSLB pada 19 November 2026 menyetujuinya.

Meta Epsi Berencana Jual Gedung ke Ketrosden, Penilai Sebut Tidak Wajar
Meta Epsi (MTPS) berencana menjual tanah dan gedung kantornya di Jakarta Timur kepada Ketrosden Triasmitra (KETR) seharga Rp94,5 miliar ditambah PPN. Harga itu setara sekitar 252% dari ekuitas MTPS per 30 Juni 2026, sehingga yang dijual lebih besar daripada seluruh modal perseroan sendiri. Penilai kewajaran independen juga menyatakan rencana ini tidak wajar.

Techno9 Rencanakan HMETD hingga 2,443 Miliar Saham Baru
Techno9 Indonesia, yang berdagang komputer dan perlengkapannya, merencanakan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.443.000.000 saham baru lewat HMETD, jumlah yang setara 113,26% dari 2.157.000.000 saham yang beredar per 30 September 2026. Rencana itu diumumkan pada 12 Oktober 2026 dan baru bisa berjalan setelah disetujui RUPSLB yang direncanakan pada 18 November 2026, lalu dinyatakan efektif oleh OJK. Harga pelaksanaan, rasio hak, dan jumlah final belum ditetapkan, sementara saham NINE ditutup Rp86 pada 9 Oktober 2026 dengan kapitalisasi pasar Rp185,5 miliar.

Astra International Tawar Tambahan 4,947% Saham Astra Otoparts
Astra International, yang sudah memegang 80% saham Astra Otoparts, menawar paling banyak 238.442.293 saham AUTO dengan harga tetap Rp3.600 per saham, sehingga kepemilikannya bisa naik menjadi paling banyak 84,947% bila seluruh saham yang ditawar terbeli. Pada 12 Oktober 2026 AUTO menerima pemberitahuan bahwa ASII mengumumkan perubahan dan/atau tambahan informasi atas pernyataan penawarannya di Investor Daily dan Bisnis Indonesia. Pernyataan penawaran itu sudah dinyatakan efektif oleh OJK, dan penawarannya masih berjalan sebagai rencana, belum ada hasil pembelian.

Adhi Karya Ajukan Penjualan Saham JMJ Rp1,77 Triliun ke RUPSLB
Adhi Karya kini menyebut rencana penjualan seluruh 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai transaksi material senilai Rp1,77 triliun, dibayar tunai sekaligus. Nilai itu setara 53,71% ekuitas ADHI, dan lebih besar daripada kapitalisasi pasar ADHI sebesar Rp1,12 triliun pada penutupan 6 Oktober 2026 di harga Rp133 per saham. Perjanjian bersyaratnya sudah dibahas dalam memo 2 Oktober 2026, sedangkan keterbukaan informasi 7 Oktober menambahkan nilai, syarat, hasil penilai independen, dan rapat pemegang saham yang harus menyetujuinya.

Pengendali Jhonlin Agro Raya Gadaikan Seluruh Sahamnya ke Bank Mandiri
Seluruh saham JARR milik pengendalinya, PT Eshan Agro Sentosa, kini menjadi jaminan kredit di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Akta gadai sahamnya ditandatangani pada 30 September 2026 dan baru diumumkan pada 7 Oktober 2026, mencakup 7.997.556.204 saham.

Tiga Pemegang Saham Pradiksi Gunatama Gadaikan Seluruh Kepemilikan ke Bank Mandiri
PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada menjaminkan seluruh saham PGUN yang mereka pegang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sekitar 5,30 miliar saham, dan akta gadainya sudah ditandatangani pada 30 September 2026. PGUN mengumumkannya melalui tiga keterbukaan informasi pada 7 Oktober 2026. Araya dan Citra adalah pengendali PGUN, sedangkan Baramega disebut sebagai pemegang saham di atas 5%.

Indointernet Tambah Fasilitas Kredit BCA Hingga Rp1,7 Triliun
Indointernet (EDGE) dan anak usahanya, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG), mendapat tambahan fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk pada 2 Oktober 2026 dengan jumlah tidak lebih dari Rp1,7 triliun. Angka itu setara 93,7% dari ekuitas perseroan sebesar Rp1,81 triliun per 30 Juni 2026, sehingga tergolong transaksi material. Fasilitas ini berdiri di atas fasilitas kredit yang sudah ada, berjangka 9 tahun, dan berbunga mengambang. Karena berupa pinjaman langsung dari bank, transaksi ini tidak memerlukan penilai independen maupun persetujuan RUPS, sehingga emiten cukup mengumumkannya pada 6 Oktober 2026. Emiten menyebut dananya untuk kebutuhan usaha umum, termasuk belanja modal, perluasan kabel fiber optik, dan proyek pusat data.

Bukit Uluwatu Villa Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun
Bukit Uluwatu Villa, pengelola hotel bintang lima di Bali, menawarkan 6.154.263.660 saham baru lewat rights issue seharga Rp250 per saham, dengan dana yang diterima Rp1,54 triliun. Nilai itu setara 71,8% dari ekuitas konsolidasiannya per 30 April 2026 sebesar Rp2,14 triliun, dan harga Rp250 berada 63% di bawah penutupan Rp675 pada 5 Oktober 2026. Rencana ini sudah disetujui RUPS pada 26 Februari 2026 dan dinyatakan efektif oleh OJK pada 5 Oktober 2026, sehingga HMETD dijadwalkan diperdagangkan dan dilaksanakan pada 19 sampai 30 Oktober 2026.

Anak Usaha KIJA Beli 51% Kawasan Industri Seafer, Pemilik Lahan di Kendal
Pada 1 Oktober 2026, PT Indocargomas Persada, entitas anak yang dimiliki KIJA 100%, menandatangani akta jual beli untuk membeli 340.863.090 saham PT Kawasan Industri Seafer (KIS) dari PT Seafer Lumina Capital. Jumlah itu 51,00% saham KIS, sehingga KIS menjadi entitas anak KIJA dan laporan keuangannya akan digabung ke laporan keuangan KIJA. Transaksi ini sudah terjadi dan tidak menunggu persetujuan RUPS.

Modernland Realty Rencanakan Lunasi Utang Dolar dengan Tanah Jaminan
Modernland Realty (MDLN) berencana melunasi utang dolar sekitar US$289,8 juta bukan dengan uang, melainkan dengan menyerahkan hak atas tanah jaminan di Jakarta Garden City, Modern Hill dan Bekasi kepada perusahaan yang dibentuk untuk pemegang surat utangnya. Pada 30 September 2026, perseroan, anak usahanya Modernland Overseas Pte. Ltd. (MLO) dan pihak terkait menandatangani perubahan atas Guaranteed Senior Notes, surat utang dolar yang diterbitkan MLO dan dijamin MDLN beserta anak-anaknya. Perubahan itu menggeser jatuh tempo dari 30 April 2027 ke 30 Juni 2028 dan menindaklanjuti Scheme of Arrangement yang disahkan Pengadilan Tinggi Singapura pada 17 September 2026. Perseroan menyebut transaksi ini material karena nilainya lebih dari 50% ekuitas, yang per 31 Desember 2025 tercatat Rp3,74 triliun.

Adhi Karya Rencanakan Lepas Saham JMJ dan DTP untuk Fokus Konstruksi
Adhi Karya berencana melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan 51% saham di PT Dumai Tirta Persada (DTP) kepada PT Futura Energi Global Tbk (FUTR). Kedua rencana itu dituangkan dalam perjanjian jual beli bersyarat (conditional share purchase agreement, CSPA) yang ditandatangani pada 30 September 2026. Karena bersyarat, perjanjian itu baru berlaku penuh setelah syarat di dalamnya terpenuhi, sehingga saham belum berpindah tangan. Perseroan menyebut langkah ini sebagai bagian dari penataan portofolio investasi dan anak usaha agar ADHI kembali fokus ke konstruksi.

Pengendali Baru Hassana Boga Buka Tender Wajib Rp75 per Saham
Saiko Consultancy Pte. Ltd. dari Singapura, yang sejak 19 Agustus 2026 menjadi pengendali baru Hassana Boga Sejahtera (NAYZ, industri makanan bayi), mengumumkan pada 2 Oktober 2026 tender wajib untuk saham pemegang saham lain di harga Rp75 per saham, tunai. Harga itu 4,2% di atas penutupan Rp72 pada 1 Oktober 2026, sementara Saiko sendiri membeli 750.000.000 saham (29,41%) dari pengendali lama, PT Asia Intrainvesta, di Rp23,5, yang berada 67,4% di bawah penutupan tersebut. Tawaran berlaku 5 Oktober sampai 3 November 2026 dan dilaksanakan oleh PT Saiko Consultancy Grand, anak usaha Saiko yang dimiliki 99,98%.

Konten ini bersifat edukasi dan riset, bukan rekomendasi atau nasihat investasi. Lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.