Investment Event Log

Market Memo

Catatan riset Cuanderful yang terbit secara event-driven, setiap kali ada peristiwa material di market. Setiap memo mencatat konteks, analisis, dan stance kami beserta alasannya.

Memo Terbaru
Grafik: Trimegah Karya Pratama Berencana Terbitkan 200 Juta Saham Baru untuk Pengendali, Porsi Trimegah Sumber Mas Naik Jadi 37,43%
18 Sep 2026UVCRStocks

Trimegah Karya Pratama Berencana Terbitkan 200 Juta Saham Baru untuk Pengendali, Porsi Trimegah Sumber Mas Naik Jadi 37,43%

Trimegah Karya Pratama, pengelola platform voucher digital Ultra Voucher, mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 juta saham baru dan menawarkannya hanya kepada satu pihak, yaitu pemegang saham pengendalinya sendiri, PT Trimegah Sumber Mas. Saham baru itu tidak ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lama, melainkan langsung dialokasikan ke satu penerima. Penambahan modal yang meniadakan hak pemegang saham lama untuk menebus lebih dulu seperti ini disebut penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, atau private placement. Karena hak menebus itu ditiadakan, porsi kepemilikan pemegang saham lama otomatis mengecil, dan penyusutan porsi karena bertambahnya jumlah saham inilah yang disebut dilusi. Rencana ini baru bisa berjalan setelah disetujui pemegang saham independen dalam rapat umum luar biasa yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

SILOMarket Memo
18 Sep 2026SILOStocks

Siloam Rencanakan Akuisisi 14 Perusahaan Pemilik Rumah Sakit dari First REIT Senilai Rp6,91 Triliun, Didanai Utang Bank Rp8,88 Triliun

PT Siloam International Hospitals mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perseroan berencana mengambil alih saham pada 14 perusahaan yang masing-masing memiliki satu rumah sakit atau klinik. Bangunan-bangunan itu selama ini disewa Siloam dari First Real Estate Investment Trust, sebuah lembaga yang mengumpulkan dana untuk memiliki properti kesehatan dan mencatatkan unit penyertaannya di Bursa Efek Singapura, sehingga lewat rencana ini Siloam hendak memiliki sendiri gedung yang sudah dipakainya. Rencana ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam rapat luar biasa yang dijadwalkan 22 September 2026, sehingga belum tentu berjalan.

Grafik: Saranacentral Bajatama Terbitkan 900 Juta Saham HMETD di Harga Rp500, Sudah Efektif OJK dengan Potensi Dilusi 33,3%
18 Sep 2026BAJAStocks

Saranacentral Bajatama Terbitkan 900 Juta Saham HMETD di Harga Rp500, Sudah Efektif OJK dengan Potensi Dilusi 33,3%

Saranacentral Bajatama mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perseroan akan menerbitkan 900 juta saham baru dan menawarkannya lebih dulu kepada pemegang saham lama sebelum ditawarkan ke pihak lain. Hak untuk membeli saham baru lebih dulu seperti ini disebut Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, atau HMETD.

Grafik: Ultrajaya Ambil Alih Frisian Flag Indonesia Senilai Rp14,57 Triliun, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru
18 Sep 2026ULTJStocks

Ultrajaya Ambil Alih Frisian Flag Indonesia Senilai Rp14,57 Triliun, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

Ultrajaya mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perseroan akan mengambil alih seluruh saham PT Frisian Flag Indonesia. Pembayarannya tidak memakai uang tunai, melainkan memakai saham Ultrajaya yang diterbitkan baru, sehingga para pemilik Frisian Flag menyerahkan sahamnya dan sebagai gantinya menerima saham Ultrajaya. Skema penyetoran modal seperti ini disebut inbreng, dan karena nilainya sangat besar, rencananya baru bisa berjalan setelah disetujui pemegang saham dalam rapat luar biasa yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Grafik: Dibalik Intervensi AS Terhadap Yen — Ada Dilema Besar?
3 Agu 2026Macro

Dibalik Intervensi AS Terhadap Yen — Ada Dilema Besar?

Yen Jepang melemah ke level terendah dalam hampir 40 tahun akibat perbedaan suku bunga yang lebar dengan AS serta mahalnya biaya energi yang disebabkan oleh tensi geopolitik global, lemahnya Yen ke dengan pace yang tidak biasa ini secara tidak langsung akan memperberat beban impor Jepang yang berdampak pada pelebaran defisit perdagangan Jepang serta memukul daya beli masyarakat.

17–23 November 2025
Senin
17
Selasa
18
Rabu
19
Kamis
20
Jumat
21
Sabtu
22
Minggu
23

Konten ini bersifat edukasi dan riset, bukan rekomendasi atau nasihat investasi. Lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.