Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.
Pengendali Leyand International (LAPD), PT JSI Sinergi Mas, rencananya menaikkan porsinya dari 51,00% menjadi maksimal 63,06% bila pemegang saham lain tidak menebus, tanpa menyetor uang tunai. Haknya dalam rights issue dibayar dengan 87,50% saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS), kontraktor jasa tambang batubara, senilai Rp38,851 miliar. Skema penyetoran modal berupa aset seperti ini disebut inbreng. LAPD berencana menerbitkan sampai 2 miliar saham baru, setara 50,42% dari 3,97 miliar saham yang beredar, pada harga indikatif Rp30 per saham, sehingga nilai maksimumnya Rp60 miliar. Harga itu 50% di bawah penutupan Rp60 pada 26 Oktober 2026.
Pemegang ≥1% dan free float dari data KSEI.