- Pengendali
- MIND ID 65,93%
- Dirut
- Bambang Ismawan
Cadangan terbukti yang cukup untuk sekitar 63 tahun produksi pada laju FY2025. Inilah aset yang tak bisa direplikasi pesaing, dan dari sinilah posisi PTBA sebagai pemasok jangka panjang PLN bertumpu.
Ukuran deskriptif dari data, bukan sikap beli/jual. Tiap emiten punya bentuk berbeda.
PTBA adalah produsen batu bara termal milik negara di bawah holding tambang MIND ID, yang menguasai 65,93% sahamnya. Penjualan batu bara menyumbang 98,26% pendapatan FY2025 sebesar Rp42,65 triliun, dengan kalori menengah 4.200 sampai 5.500 kcal/kg yang dipakai PLTU. Produksi FY2025 mencetak rekor 47,14 juta ton, naik 9,2%, dan penjualannya terbagi antara domestik 54% yang dipimpin PLN dan ekspor 46% ke Asia, porsi ekspor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
FY2025 adalah tahun laba terendah dalam lima tahun. Laba bersih induk turun 42,6% ke Rp2,93 triliun dan ROE turun dari 22,5% ke 12,95%, terutama karena harga batu bara global rontok dengan indeks Newcastle turun 22%. Volume justru naik, sehingga sumber penurunan laba adalah harga jual, sementara sisi operasi tetap tumbuh. Q1-2026 berbalik tajam dengan laba induk Rp801,8 miliar, naik 104,8%, ditopang turunnya dua biaya kontraktor terbesar dan lonjakan laba entitas asosiasi.
Yang mewarnai 2026 sebagian besar datang dari pemerintah. Direktur Utama dan Komisaris Utama diganti di RUPST 11 Juni 2026. Kewajiban DMO naik dari 25% ke 30% dan kuota produksi nasional dipangkas, sementara harga batas DMO ke PLN yang dipatok USD 70 per ton sejak 2018 sedang dievaluasi. Hilirisasi DME masih menunggu arahan investasi Danantara. Di sisi kebijakan modal, payout dividen tercatat 75% untuk tahun buku 2023 dan 2024, setelah 100% pada 2021 dan 2022.
Bisnis dan Model Operasi
Batu bara termal menyumbang 98,26% pendapatan PTBA, sementara diversifikasinya belum menyentuh laba.
- Penjualan batu bara menyumbang 98,26% pendapatan FY2025, senilai Rp41,91 triliun dari total Rp42,65 triliun, dan porsinya bertahan di 98,1% pada Q1-2026.
- Listrik, briket, sawit, dan jasa kesehatan menyumbang sisanya, Rp742,6 miliar atau 1,74%, sehingga diversifikasi sudah berjalan di atas kertas tetapi belum menyentuh laba.
Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis PTBA secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.