← Kembali ke Stock Universe
Stock Universe · Batu Bara
Logo PTBA

PTBA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk
Batu BaraIDX · Produsen batubara termal

Edisi Laporan Tahunan FY2025

98,26% Pendapatan Batubara

Batubara tetap menjadi sumber pendapatan utama pada FY2025. Jaringan kereta dan pelabuhan menentukan seberapa banyak produksi Tanjung Enim bisa sampai ke pembeli.

Ringkasan Eksekutif

Bukit Asam mengandalkan batubara Tanjung Enim di Sumatera, dengan kereta dan pelabuhan sebagai penghubung utama ke pembeli. Cadangan besar memberi ruang produksi panjang, tetapi jumlah yang bisa dijual bergantung pada kapasitas angkut. Batubara masih menyumbang 98,26% pendapatan 2025, sehingga proyek listrik dan hilirisasi belum banyak mengubah ketergantungannya pada komoditas tersebut.

Produksi 2025 mencapai 47,14 juta ton dan penjualan 45,43 juta ton. Tambahan volume berhadapan dengan harga lebih rendah dan biaya pokok yang meningkat, sehingga pendapatan hampir datar sementara laba pemilik induk turun 42,59% menjadi Rp2,93 triliun. Penurunan margin menunjukkan bahwa menjual lebih banyak batubara belum tentu menghasilkan laba lebih besar.

Capex Rp4,51 triliun, antara lain untuk infrastruktur, diarahkan untuk memperluas kemampuan operasi dan pengiriman. Nilai investasinya akan terlihat dari tambahan volume yang benar-benar terangkut serta biaya per ton setelah proyek berjalan. Karena itu, kapasitas kereta, kemajuan conveyor dan Kramasan, serta selisih harga jual terhadap biaya menjadi penentu utama perkembangan bisnis PTBA.

Perubahan setelah FY2025 · 1 catatan

· RUPST mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama dan Ida Bagus Putu Dunia sebagai Komisaris Utama/Independen. Nama pengurus dalam uraian FY2025 tetap mengikuti AR, yang mencatat Arsal Ismail sebagai Direktur Utama. PTBA — ringkasan risalah RUPST 11 Juni 2026

Angka dasar profil mengikuti edisi Laporan Tahunan yang tercantum.

Identitas perusahaan
Pengendali
MIND ID 65,93% (31 Desember 2025)
Direktur Utama
Arsal Ismail (AR FY2025)
Profil direvisi
8 Okt 2026

Angka kunci

Produksi sendiri
47,14 juta ton
FY2025
Cadangan batubara
2.883 juta ton
31 Desember 2025
Penjualan batubara
45,43 juta ton
FY2025
Laba Bersih
2,9 T
FY2025
Lihat tren 5 tahun
Laba Bersih · satuan mengikuti angka kunci
2021Rp7,91 T
2022Rp12,57 T
2023Rp6,11 T
2024Rp5,1 T
2025Rp2,93 T
Total Aset
43,9 T
FY2025
Lihat tren 5 tahun
Total Aset · satuan mengikuti angka kunci
2021Rp36,12 T
2022Rp45,36 T
2023Rp38,77 T
2024Rp41,79 T
2025Rp43,92 T
Bandingkan dengan peer sektor

Laba Bersih · Rp T · FY2025

BYAN12,8
AADI12,7
ITMG3,2
PTBA2,9
BUMI1,4

Laba atribusi pemilik induk. Angka USD disetarakan pada Rp16.667/USD, kurs penutup FY2025 dari Laporan Tahunan BUMI. Angka asli tetap ditampilkan di statistik.

01

Bisnis dan Model Operasi

Pendapatan konsolidasian · FY2025
98%
Batubara 98,26%Aktivitas lain 1,74%
1.1

Bukit Asam menambang dan menjual batubara, dengan logistik sebagai penentu kapasitas penjualan.

  • Pendapatan batubara FY2025 Rp 41.909.086 juta atau 98,26% total Rp 42.651.724 juta.
  • Usaha listrik, jasa, dan aktivitas lain melengkapi portofolio tetapi belum menggantikan dominasi batubara pada pendapatan konsolidasian.
  • Bisnis ini pada dasarnya mengubah cadangan menjadi produk yang bisa diangkut dan dijual; keberhasilan penambangan saja belum cukup tanpa jalur pengiriman.

Login gratis untuk membaca 9 bagian profil bisnis PTBA.

MasukBelum punya akun? Daftar gratis

Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis PTBA secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.