← Kembali ke Stock Universe
Stock Universe · Batu Bara
Logo BUMI
BUMI
PT Bumi Resources Tbk
Batu BaraIDX · Batu Bara Termal
Pengendali
Mach Energy (Bakrie & Salim) 45,78%
Dirut
Adika Nuraga Bakrie
Yang Mendefinisikan BUMI
Produksi 74,8jt Ton

Volume batu bara yang ditambang pada 2025, menjadikan BUMI produsen batu bara termal terbesar di Indonesia. Skala inilah asetnya, sementara labanya ditentukan selisih tipis antara harga jual dan biaya produksi.

ROE
4,24%
Produksi
74,8 juta ton
Biaya Produksi
USD 41,3/ton
Cadangan
2,4 miliar ton
Stripping Ratio
8,0x
Laba Bersih
1,3 T
tren 18thn ›
Total Aset
70,5 T
tren 18thn ›
Karakter bisnisBUMIRata-rata sektor
Profitabilitas14Efisiensi Biaya75Ketahanan Cadangan66Kekuatan Neraca81Konsistensi4Pertumbuhan3

Ukuran deskriptif dari data, bukan sikap beli/jual. Tiap emiten punya bentuk berbeda.

Sandingkan dengan peer sesektor di metrik kunci.
Ringkasan Eksekutif

BUMI adalah induk usaha pertambangan batu bara termal terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksi, dengan 74,8 juta ton ditambang pada 2025. Dua tambangnya berada di Kalimantan yakni Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur (53,5 juta ton) dan Arutmin di Kalimantan Selatan (21,3 juta ton). Kendali perusahaan berada pada Mach Energy (Hongkong) Limited dengan 45,78% saham, kendaraan bersama Bakrie Group dan Salim Group.

Labanya tidak stabil, dan deret sepuluh tahun terakhir memperlihatkannya tanpa perlu tafsir. Jatuh laba terdalam dari puncak ke palung mencapai 199%, yang artinya perusahaan melewati tahun rugi di dalam jendela itu. Ada dua lapis penyebab, pertama utang yang menumpuk sampai USD 4,5 miliar pada pertengahan 2010-an membuat beban bunga menelan laba operasi, dan babak itu baru ditutup oleh restrukturisasi 2017 serta kuasi reorganisasi yang menghapus defisit akumulasi USD 2,28 miliar, efektif Desember 2024. Lapis kedua adalah siklus harga batu bara, yang membuat net margin berayun dari -42,7% (2020) ke +30,4% (2022) lalu +1,6% (2023). One of the most outstanding area di BUMI adalah terkait total liabilitas terhadap ekuitas yang turun dari 24,85x (2020) ke 0,46x (2025).

Pada 2025 pendapatan mencapai USD 1,42 miliar dan laba bersih USD 122,3 juta, naik 35,7%. Pendorongnya adalah biaya produksi yang turun ke USD 41,3 per ton dari USD 46,6, sementara harga jual FOB rata-rata justru melemah ke USD 59,7 per ton dari USD 71,8. ROE 2025 sebesar 4,24%, terendah di antara produsen batu bara besar IDX yang bermedian sekitar 15,7%, sebagian karena laba KPC masuk lewat satu baris equity income dan tidak terkonsolidasi penuh. Perusahaan saat ini juga sedang mendanai diversifikasi ke emas dan tembaga dengan obligasi serta pinjaman sindikasi, sehingga utang berbunga naik dari USD 311,7 juta (Desember 2025) ke USD 466,3 juta (Maret 2026). Harga sahamnya naik sekitar 3,4 kali dari Rp107 (Juni 2025) ke Rp366 (Desember 2025), masuk IDX30 untuk pertama kalinya efektif Februari 2026, lalu terkoreksi sekitar 55% ke Rp163 pada 22 Juni 2026.

01

Bisnis dan Model Operasi

Komposisi pendapatan per produk · Q1-2026
83%16%
Batu bara 83,3%Emas 16%Perak 0,7%
1.1

BUMI beroperasi lewat anak usaha dan entitas asosiasi, dengan batu bara yang masih menyumbang 83,3% pendapatan.

  • Dua lini usaha per 31 Desember 2025: batu bara dan mineral non-batu bara.
  • Batu bara menyumbang 83,3% pendapatan konsolidasian pada Q1-2026, senilai USD 348,2 juta dari total USD 417,7 juta, dengan sisanya emas 16,0% dan perak 0,7%.

Analisis BUMI terbuka untuk member.

Buat akun gratis untuk membaca analisis emiten lain di Stock Universe. Analisis BUMI sendiri tersedia lewat membership.

Daftar gratisLihat MembershipSudah punya akun? Masuk

Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis BUMI secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.