- Pengendali
- Danantara 90,09%
- Dirut
- Anggoro Eko Cahyo
Hampir separuh industri perbankan syariah ada di satu bank ini. Meski secara industrinya sendiri baru 7,4% dari perbankan nasional, sehingga aset BSI hanya 3,3% dari total perbankan Indonesia.
Ukuran deskriptif dari data, bukan sikap beli/jual. Tiap emiten punya bentuk berbeda.
BSI adalah bank umum syariah terbesar di Indonesia, lahir dari merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRIsyariah yang efektif 1 Februari 2021. Per Desember 2025 asetnya Rp456,19 triliun. Di dalam industrinya ia nyaris tanpa lawan sepadan, dengan 42,73% aset, 45,21% pembiayaan, dan 45,84% DPK seluruh perbankan syariah nasional, sementara bank umum syariah terdekat berukuran sekitar sepersepuluhnya.
Industri tempat BSI dominan itu sendiri masih kecil. Perbankan syariah baru mencakup 7,4% dari perbankan nasional, sehingga pangsa aset BSI terhadap seluruh perbankan Indonesia hanya 3,34% dan laba bersihnya Rp7,57 triliun pada FY2025, berbanding Rp20,0 triliun milik BBNI, bank terkecil di antara empat bank besar. Mesin bisnisnya berasal dari segmen ritel dengan 23,14 juta nasabah, secara pembiayaan tercatat Rp228,04 triliun atau 71% dari total, dan 6,63 juta nasabah tabungan haji yang menopang CASA 61,62%. ROE 16,85%, NPF gross 1,81%, CAR 22,00% pada FY2025, dan laba Q1-2026 naik 17,1%.
Ada tiga perubahan struktural terjadi dalam dua belas bulan terakhir. BSI menjadi BUMN Persero efektif 23 Januari 2026 lalu yang keluar dari konglomerasi keuangan Bank Mandiri pada 2 April 2026, sehingga pengendalinya kini Danantara dan ia menjadi bank Himbara kelima. Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo masuk September 2025 bersama empat direktur baru. Lisensi Bank Emas pertama di Indonesia yang diperoleh Februari 2025 sudah menghasilkan kelolaan 22,5 ton emas dan fee penjualan emas Rp198,4 miliar pada Q1-2026 saja. Satu hal struktural melekat pada sahamnya adalah soal free float yang cuma 9,33%, di bawah ambang 15% yang berlaku sejak Januari 2026, sehingga perdagangan sahamnya tipis dan ia belum memenuhi syarat indeks global.
Bisnis dan Model Operasi
Sejak Februari 2025, BSI memegang lisensi Bank Emas di atas lisensi bank syariahnya.
Seluruh fungsi perbankan komersial dijalankan dalam kerangka syariah, tanpa instrumen bunga.
Pada 26 Februari 2025 BSI memperoleh lisensi Bank Emas pertama di Indonesia, sehingga perdagangan, penitipan, gadai, dan cicilan emas masuk ke dalam satu entitas bank.
Tidak ada bank lain di Indonesia yang menjalankan keduanya sekaligus.
Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis BRIS secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.