Rasio dana murah tertinggi di industri. Dari sinilah cost of fund sekitar 1,1% berasal, dan dari cost of fund itulah profitabilitas tertingginya terbentuk.
Ukuran deskriptif dari data, bukan sikap beli/jual. Tiap emiten punya bentuk berbeda.
BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Sumber labanya adalah komposisi dana murah yakni giro dan tabungan yang mencapai 84,8% dari total simpanan per Q1-2026, sehingga cost of fund perusahaan ini hanya sekitar 1,1%, terendah di industri. Spread yang lebar ini menghasilkan NIM 5,7% dan ROE 23,3% pada FY2025, keduanya tertinggi di antara empat bank besar nasional.
Dari sisi aset, BCA berada di posisi ketiga (Rp1.586,8 triliun) di belakang Bank Mandiri dan BRI. Dari sisi laba, BCA memimpin untuk pertama kalinya dengan laba bersih FY2025 sebesar Rp57,5 triliun, naik 4,9% dibanding tahun sebelumnya. Basis nasabahnya 34 juta dengan lebih dari 40 miliar transaksi per tahun, dan dari basis inilah dana murah tersebut mengalir.
Kondisi terkini menunjukkan operasional yang stabil dengan sedikit tekanan. Laba Q1-2026 mencapai Rp14,69 triliun, naik 3,8%, sementara NPL bruto naik dari 1,71% ke 1,85%. Harga saham turun 23,9% dalam dua belas bulan terakhir ke Rp6.300 per Juni 2026, dan kini diperdagangkan di bawah rata-rata PE serta PBV lima dan sepuluh tahunnya sendiri.
Riset dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Halaman ini memetakan bisnis BBCA secara netral. Pandangan sikap disusun terpisah di Market Memo dan Membership.